Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
NILAI TUKAR RUPIAH KEMBALI TEKANAN

13 Oktober 2026, 09.13 WIB


image

Setelah beberapa hari mencatat penguatan, nilai tukar rupiah kini harus Kembali kehilangan penguatannya terhadap kurs dolar AS.

Mata uang Garuda dibuka di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,14% ke posisi Rp17.920/US$.

Pelemahan yang dialami oleh rupiah melanjutkan posisi penutupan perdagangan skemarin sore yang turun 0,17% ke posisi Rp17.905/US$. Sebelumnya rupiah dibuka menguat 0,08% ke Rp17.860/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,09% ke level 102,490.

Koreksi tersebut terjadi setelah DXY ditutup menguat sebesar 0,37% pada perdagangan sebelumnya.

Meski mangalami koreksi, indeks dolar AS masih bertahan di level yang relatif tinggi dan berada di sekitar posisi terkuatnya sejak April tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan permintaan terhadap dolar AS masih sangat kuat dan membuat ruang penguatan rupiah menjadi sangat terbatas.

Sementara suku bunga AS yang relatif tinggi, pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, dan meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global, telah menopang laju dolar AS.

Kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut memperkuat dolar. Kekhawatiran geopolitik Kembali meningkat setelah terjadinya serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan Ukraina.

Harga minyak Brent sempat mengalami kenaikan tinggi hingga 1,8% pada Senin kemarin menyusul serangan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi dan Ukraina. Pada perdagangan Asia pagi ini, Brent terkoreksi 0,9% ke US$105,74/barel.

Masih tingginya harga energi berpotensi menjaga tekanan inflasi global. Kondisi ini dapat membuat suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama serta mempertahankan data tarik dolar AS.