THE FED TAHAN SUKU BUNGA, DOLAR AS KEMBALI MENGUAT
30 Juli 2026, 09.13 WIB
Rupiah masih terus mencatat pelemahan terhadap kurs dolar AS, meski bank sentral AS atau The Fed masih mempertahankan suku bunga acuannya.
Pagi hari ini, Kamis (30/7/2026), mata uang Garuda dibuka melemah tipis 0,03% ke posisi Rp18.050/US$. Posisi tersebut membuat rupiah menghentikan penguatannya dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/206), rupiah ditutup menguat 0,06% ke posisi Rp18.045/US$, setelah sempat dibuka di posisi Rp18.100/US$.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah laju indeks dolar AS (DXY) yang stabil di level 100,880.
DXY cenderung bergerak stabil setelah mengalami penurunan tajam hingga 0,52% pada perdagangan sebelumnya, merespons keputusan The Fed yang menahan suku bunganya.
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh dinamika eksternal dari pelemahan dolar AS di pasar global setelah pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committe (FOMC).
The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran level 3,50% hingga 3,75%. Keputusan ini sesuai dengan prediksi mayoritas pelaku pasar.
Dari penilaian The Fed, suku bunga saat ini masih cukup tinggi untuk menahan aktivitas ekonomi dan menurunkan tekanan inflasi. Bank sentral juga memperkirakan bahwa kenaikan harga akibat tarif impor dapat mereda dengan sendirinya.
Sementara kedepan, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa bank sentral tidak akan lagi memberikan petunjuk atau forward guidance mengenai arah suku bunga. The Fed akan terus siap bertindak jika diperlukan untuk mengembalikan inflasi menuju 2%. Keputusan FOMC dinilai memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian sehingga setiap langkah yang diambil harus berdasarkan perkembangan data baru.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

