Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
SUKU BUNGA BI DI TAHAN, RUPIAH MASIH MELEMAH

23 Juli 2026, 10.03 WIB


image

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21 hingga 22 Juli 2026, yang memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75%. Tidak hanya itu, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Keputusan tersebut dilakukan untuk mendorong kebijakan lain, seperti pemberian insentif guna mendorong arus modal asing ke pasar uang Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain itu, langkah ini juga dapat mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas serta meningkatkan likuiditas.

Sebelumnya, sejumlah ekonom memprediksi bahwa suku bunga acuan BI Rate akan naik 25 basis poin (bps), dari 5,75% menjadi 6,00%.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh respons pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI untuk periode Juli serta perkembangan konflik antara AS dan Iran.

Rupiah dibuka melemah dengan penurunan 0,20% ke posisi Rp17.910/US$. Setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,06% ke posisi Rp17.870/US$.

Pada Rabu kemarin (22/7/2026), militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, yang diarahkan oleh Presiden Donald Trump. Hal ini tentu mendorong kekhawatiran terhadap pasokan energi dan inflasi global. Meski demikian, kondisi ini masih mendorong dolar AS sebagai aset aman dan membatasi penguatan rupiah.