Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
NILAI TUKAR RUPIAH BERGERAK STAGNAN

17 Juli 2026, 09.10 WIB


image

Nilai tukar rupiah terlihat stagnan terhadap kurs dolar AS. Rupiah dibuka tidak berubah dan masih bertahan di posisi Rp17.980/US$. Angak tersebut bertahan setelah rupiah menguat tajam pada penutupan perdagangan sore kemarin, hingga 0,44% dan membuat rupiah berada dibawah Rp18.000/US$.

Sedangkan indeks dolar AS (DXY) yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat stabil di posisi 100,753, setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya 0,28%.

Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global dan perkembangan konflik di Timur Tengah.

Dolar AS memang cenderung stabil, namun jika dilihat secara mingguan tetap berada di jalur pelemahan. Rendahnya data inflasi AS dari yang diperkirakan juga membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Fed dalam waktu dekat.

Data lain juga menunjukan perekonomian AS masih cukup kuat, terutama dari kondisi pasar tenaga kerja yang stabil. Meski demikian, ekonom memprediksi The Fed masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di pertemuan bulan ini setelah inflasi konsumen AS melandai pada Juni.

Namun pejabat The Fed masih berhati-hati lantaran perbaikan inflasi baru akan terlihat dalam satu bulan, setelah sebelumnya bergerak naik selama beberapa bulan. Sementara Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi masih belum menunjukan perbaikan dalam waktu dekat.

Selain itu, sentimen pasar juga dibayangi oleh konflik antara Iran dan AS yang kembali memanas. Kedua negara saling meningkatkan serangan dalam satu pekan terakhir hingga membuat kesepakan gencatan senjata bulan lalu nyaris runtuh.

Eskalasi tersebut mendorong permintaan terhadap aset aman, termasuk dolar AS, sekaligus membawa harga minyak mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan. Kini para pelaku pasar juga menanti pidato Presiden AS Donald Trump yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah konflik tersebut.