Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
PELEMAHAN DOLAR AS JADI SENTIMEN POSITIF BAGI RUPIAH

11 Februari 2026, 09.23 WIB


image

Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan kembali, seiring dengan tekanan dolar AS di pasar global.

Rupiah dibuka di menguat sebesar 0,24% ke posisi Rp16.750/US$. Angka ini melanjutkan penguatan sebelumnya yang ditutup naik tipis 0,03% ke posisi Rp16.790/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia kini melemah tipis 0,01% ke level 96,796.

Pelemahan dolar AS turut menjadi penopang tren penguatan rupiah. Indeks dolar kembali melemah menjelang rilis laporan ketenaga kerjaan AS untuk periode Januari lantaran tertunda. Pasar memprediksi ekonomi AS menambah 70.000 pekerjaan pada Januari setelah pada Desember 2025 bertambah 50.000, dan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,4%.

Rendahnya data dari yang diperkirakan kemungkinan akan kembali menekan sentimen risiko, terlebih setelah data penjualan ritel terbaru dilaporkan stagnan dan menunjukan tekanan pada kelompok konsumen berpendapatan rendah hingga menengah.

Selain itu, pelemahan dolar AS juga dibayangi oleh kekhawatiran akan penurunan permintaan asing terhadap aset AS, menyusul laporan bahwa regulatur China meminta lembaga keuangan membatasi kepemilikan US Treasuries.

Kondisi tersebut mencerminkan bahwa sebagian investor mulai mengurangi eksposur pada aset berdenominasi dolar dan melirik aset safe haven maupun pasar negara berkembang.

Sementara BI juga terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah melalui langkah intervensi yang terukur.