MATA UANG GARUDA KEMBALI MENGUAT
10 Februari 2026, 09.11 WIB
Mata uang Garuda kembali mencatat penguatan terhadap kurs dolar AS, dengan apresiasi sebesar 0,15% ke posisi Rp16.770/US$. Rupiah berhasil mematahkan tren pelemahannya dengan ditutup menguat 0,39% ke posisi Rp16.795/US$.
Sedangkan untuk indeks dolarAS (DXY), mencatat kenaikan tipis 0,10% ke level 96,964, meski sebelumnya sempat melemah hingga 0,83%.
Rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari pergerakan dolar AS di pasar global yang tengah berada dalam tekanan. Pelemahan dolar AS terlihat dari laju indeks dolar yang menunjukan pelaku pasar telah melakukan aksi jual pada aset-aset berdenominasi greenback.
Meningkatnya tekanan dolar AS juga terjadi setelah sejumlah laporan menyebut regulator China mengimbau lembaga keuangan untuk menahan laju kepemilikan surat utang pemerintah AS. Kabar tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran berkurangnya permintaan asing terhadap aset berdenominasi dolar AS.
Selain itu, pernyataan Direktur National Economic Council, Kevin Hassett, terkait pasar perlu bersiap untuk melihat angka ketenagakerjaan AS yang sedikit menurun, lantaran pertumbuhan populasi yang melambat dan peningkatan produktivitas, membuat dolar AS semakin melemah tajam.
Pasar juga masih menimbang peluang pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) tahun ini. Pelaku pasar juga mengantisipasi potensi perubahan arah kebijakan meneter AS menyusul nominasi Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell, sebagai ketua The Fed.
Sementara Fed Funds Futures diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya yang berakhir 18 Maret, mengacu pada CME Group FedWatch Tool.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi dolar dan memilih menunggu kepastian sehingga memberikan ruang bagi mata uang lain, termasuk rupiah untuk bergerak menguat.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

