Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
RUPIAH BERGERAK STAGNAN

04 Februari 2026, 09.10 WIB


image

Nilai tukar rupiah bergerak stagnan terhadap mata uang negeri Paman Sam. Rupiah dibuka di posisi Rp16.755/US$, angka ini sama dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang bergerak menguat 0,18% ke posisi Rp16.755/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) bergerak melemah 0,20% ke angke 97,437. Meski pagi ini menglami koreksi, namun DXY sempat bergerak menguat signifikan sebesar 0,66% dan ditutup ke level 97,632.

Pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).

Laju dolar AS kini cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung dari penguatan beberapa hari terakhir yang didorong oleh data ekonomi AS yang solid serta perubahan ekspektasi arah kebijakan The Fed.

Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan politik fiskal di AS. Di mana DPR AS telah menyetujui kesepakatan bersama untuk mengakhiri pertai government shutdown, yang sempat menunda sejumlah rilis data penting seperti laporan lowongan kerja dan data ketenagakerjaan Januari. Investor menilai, data-data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah suku bunga The Fed ke depan.

Presiden AS Donald Trump yang mencalonkan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Fed juga masih menjadi perhatian pasar. Sebagian analis juga menilai bahwa Warsh kemungkinan tidak akan terlalu agresif dalam mendorong pemangkasan suku bunga cepat, meski pandangan lain menyebut peluang pelonggaran bisa lebih besar dibanding era Jerome Powell. Hal ini tentu membuat laju dolar AS relatif fluktuatif.

Sementara dari dalam negeri, pemerintah masih terus menyuarakan optimisme terhadap rupiah. Mentri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, saat ini pergerakan rupiah masih belum mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia atau masih undervalued. Meski demikian, rupiah berpotensi menguat signifikan dalam waktu dekat.