Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
SIKAP THE FED, PENGARUHI LAJU RUPIAH

29 Janiuari 2026, 09.40 WIB


image

Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik arah melemah cukup dalam setelah lima hari berturut-turut mengalami penguatan.

Rupiah diperdagangkan melemah sebesar 0,51% terhadap kurs dolar AS ke posisi Rp16.785/US$. Pelemahan ini terjadi setelah penutupan perdagangan Rabu kemarin, menguat 0,36% ke posisi Rp16.700/US$.

Tekanan rupiah muncul seiring dengan koreksi lanjutan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Saham IHSG bergerak menurun sekitar 8% hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penerapan trading halt.

Sebelumnya, IHSG sempat jatuh hingga mencapai 7,35% dan investor asing terlihat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp6,17 triliun. Kondisi pasar saham yang terus bergejolak ini memicu sikap defensif pelaku pasar dan menekan aset berisiko, termasuk rupiah.

Jika melihat dari sisi global, tekanan rupiah datang seiring dengan penguatan dolar AS setelah pasar menilai bahwa The Fed kemungkinan akan menahan suku bunganya lebih lama. Sementara dalam rapat FOMC dua hari yang berakhir Rabu waktu AS, atau Kamis (29/1/2026) waktu Indonesia, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran level 3,50% hingga 3,75%.

The Fed melakukan penahan suku bunganya lantaran pemangkasan sebelumnya masih perlu waktu untuk dievaluasi, inflasi yang relatif masih tinggi, serta pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih solid.

Kebijakan tersebut kembali mendorong minta para investor untuk beralih ke aset berdenominasi dolar, sehingga memberikan tekanan pada mata uang berkembang, seperti rupiah.