KETIDAKPASTIAN GLOBAL BIKIN USD TERTEKAN
23 Janiuari 2026, 09.06 WIB
Rupiah diperdagangkan menguat tajam terhadap kurs dolar AS, Jumat (23/1/2026). Mata uang Garuda menguat sebesar 0,47% ke posisi Rp16.800/US$.
Laju indeks dolar AS (DXY) berada di jalur pelemahan dengan penurunan 0,04% ke level 98,316.
Pelemahan lanjutan DXY, yang mengukur penguatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Indeks dolar AS yang mengalami pelemahan juga membuat minat pasar terhadap aset berdenominasi dolar AS semakin berkurang, sehingga sebagian arus modal beralih ke aset dan mata uang lainnya.
Tekanan dolar AS datang setelah pasar global kembali melaporkan ketidakpastian menyusul dinamika sikap Presiden AS Donald Trump terkait Greenland. Adanya ancaman keras yang sempat dilontarkan, serta diikuti pembalikan sikap secara cepat membuat investor lebih waspada dan mendorong aksi pengurangan eksposur pada aset-aset AS.
Kondisi tersebut membuat dolar AS berpeluang mencatat pelemahan mingguan terbesar dalam satu tahun terakhir, di tengah penantian pasar akan keputusan Bank of Japan (BoJ) yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang utama dunia.
Sementara pergerakan rupiah dipengaruhi oleh suplai di pasar. Sehingga, saat BI melakukan intervensi untuk meredam volatilitas, cadangan devisa berpotensi ikut tergerus seiring kebutuhan pasokan valas untuk menstabilkan kurs.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

