RUPIAH MEMANFAATKAN PELEMAHAN DOLAR AS
21 Janiuari 2026, 09.28 WIB
Hari ini, nilai tukar rupiah berhasil mengalami penguatan terhadap kurs dolar AS. Meski tercatat menguat, namun mata uang Garuda ini masih diperdagangkan di atas Rp17.000an/US$.
Dari data Refinitiv, rupiah bergerak menguat 0,13% ke posisi Rp16.920/US$. Penguatan ini terjadi setelah perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis 0,06% ke angka Rp16.945/US$.
Penguatan rupiah terjadi di tengah laju indeks dolar AS (DXY) yang masih terkoreksi, dengan penurunan 0,15% ke level 98,498, setelah kemarin melemah cukup dalam hingga 0,76%.
Sikap pelaku pasar yang tengah menanti keputusan suku bunga acuan BI siang ini, juga ikut mempengaruhi laju rupiah. BI diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga BI Rate di level 4,75% dengan deposit facility 3,75% dan lending facility 5,50%.
Selain itu, pelemahan dolar AS di pasar global juga ikut memberikan ruang bagi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pelemahan dolar AS terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland, yang memicu aksi jual di pasar saham dan obligasi pemerintah AS.
Semenatra kondisi tersebut kembali membangkitkan slogan “Sell America”, saat investor mengurangi eksposur terhadap aset-aset berdenominasi dolar AS di tengah kekhawatiran ketidakpastian kebijakan, hubungan aliansi yang semakin memanas dan dapat menimbulkan aksi balasan, hingga percepatan tren dedolarisasi.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

