Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
RUPIAH SEMAKIN MENGUAT

28 Janiuari 2026, 09.08 WIB


image

Hingga perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah masih melanjutkan tren penguatannya terhadap kurs dolar AS.

Rupiah mencatat penguatan sebesar 0,30% dan bergerak ke posisi Rp16.710/US$. Sebelumnya rupiah ditutup dengan penguatan tipis 0,06% di Rp16.760/US$. Ini menjadikan mata uang Garuda menguat selama lima hari berturut-turut.

Sedangkan untuk laju indeks dolar AS (DXY) melemah 0,16% ke level 96,066, melanjutkan tekanan pada sesi sebelumnya yang ditutup jatuh 0,85% ke level 96,217. Level ini tercatat sebagai terendah dalam empat tahun terakhir.

Pelamahan dolar AS di pasar global juga berpeluang memberikan dorongan bagi rupiah untuk bergerak menguat.

Akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan dirinya tidak terlalu khawatir dengan penurunan dolar akhir-akhir ini dan menilai bahwa pelemahannya belum terlalu besar. membuat pasar memperkuat persepsi bahwa pemerinta AS relatif nyaman dengan posisi dolar AS yang lebih lemah lantaran dapat meningkatkan daya asing ekspor.

Selain itu, ketidakpastian kebijakan di Washington, termasuk kembali mencuatnya ancaman Trump terkait Greenland serta kritik terhadap independensi Bank Sentral AS (The Fed), juga turut memperbesar tekakan pada greenback. Spekukasi mengenai potensi koordinasi intervensi valuta asing AS dan Jepang untuk mendorong mata uang yen juga ikut membebani dolar.

Sementara Bank Indonesia (BI), meyakini bahwa ke depan rupiah akan terus bergerak menguat, mengingat fundamentalnya masih dalam kondisi undervalue. Penguatan rupiah juga didorong oleh sejumlah faktor kuat, mulai dari rendahnya inflasi, membaiknya pertumbuhan ekonomi, hingga arus investasi asing yang masih masuk ke dalam negeri.