Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
RUPIAH SEMAKIN MENGUAT

26 Janiuari 2026, 09.15 WIB


image

Mengawali perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah berhasil menunjukan penguatannya terhadap kurs dolar AS.

Rupiah mencatat penguatan sebesar 0,24% ke posisi Rp16.770/US$. Mata uang Garuda kini melanjutkan tren positifnya pada akhir pekan lalu, saat penutupan Jumat (23/1/2026), yang ditutup menguat 0,41% ke posisi Rp16.810/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) masih berada di zona pelemahan dengan penurunan 0,51% ke level 97,109. Sedangkan pada akhir pekan lalu, DXY tertekan hingga 0,77% ke angka 97,599.

Selain itu, pergeakan nilai tukar rupiah juga masih memiliki peluang untuk mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS di pasar global.

Terkoreksinya laju DXY menunjukan bahwa adanya tekanan jual pada aset berdenominasi dolar, sehingga sebagian arus dana kemungkinan akan bergeser ke aset berisiko dan mata uang negera berkembang, termasuk rupiah.

Pelemahan dolar AS juga terjadi seiring dengan ketegangan geopolitik yang membuat para investor lebih berhati-hati.

Sentimen global masih dipengaruhi oleh ketidakpastian dari kebijakan Presiden AS Donald Trump. Di mana, Trump sempat memberikan ancaman tarif terhadap Eropa terkait isu Greenland. Namun ancaman tersebut ditarik setelah menyebut ada kerangka kesepakatan dengan NATO dan menegaskan tidak akan mengambil wilayah otonom Denmark dengan kekuatan.

Perubahan sikap yang cepat ini, membuat palaku pasar menilai risiko kebijakan AS masih tinggi, sehingga tekanan terhadap dolar masih terus berlanjut.

Meski dolar AS mengalami pelemahan, namaun imbal hasil obligasi pemerintah AS cenderung stabil. Ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap greenback saat ini lebih banyak dari faktor politik dan ketidakpastian kebijakan, bukan hanya arah suku bunga.