SUKU BUNGA BI DI PANGKAS, RUPIAH MENGUAT
22 Mei 2025, 09.20 WIB
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS terlihat bergerak semakin menguat setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk melakukan penurunan terhadap suku bunga acuannya dan di tengah penantian rilis data soal transaksi berjalan di kuartal I-2025.
Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka menguat sebesar 0,46% terhadap mata uang Paman Sam ke posisi Rp16.315/US$. Tidak lama dari waktu pembukaan, rupiah berhasil menguat hingga 0,55% ke posisi Rp16.300/US$.
Sedangkan untuk indeks DXY mengalami kenaikan tipis 0,01% ke level 99,57 pada pukul 08.59 WIB. Angka ini terlihat lebih tinggi jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 99,56.
Beberapa hari ini, pergerakan rupiah memang terbilang stabil, hingga berhasil membuka ruang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuanya kemarin, Rabu (21/5/2025).
BI akhirnya memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5,50%. Dengan suku bunga Deposi Facility juga turun menjadi 4,75% dan suku bunga Lending Facility turun menjadi 6,25%.
Selain itu, Gubernur BI Perry Warjiyo juga menjelaskan dalam konferensi pers nya, Rabu (21/5/2025), keputusan tersebut merupakan konsisten dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang rendah dan terkendali pada 2,5% plus minus 1%, mempertahan nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
BI masih akan terus menjaga inflasi dalam sasaran dan nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental mencermati kondisi terkini serta mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang ada.
Meski demikian, hal perlu diperhatikan yakni soal data transaksi berjalan untuk kuartal I-2025 yang diperkirakan akan kembali mengalami deflasi.
Data transaksi berjalan cukup penting untuk diperhatikan lantaran memberikan cerminan daya saing internasional, kemampuan membayar utang luar negeri, dan mendukung gambaran lebih lanjut tentang kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Sementara defisit transaksi berjalan pada kuartal terakhir tahun lalu, tercatat defisit selama tujuh kuartal beturut-turut dan setara dengan 0,3% dari PDB.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

