Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AS SEDIKIT BERGERAK MENURUN, JELANG RILIS DATA AS

07 Maret 2025, 09.17 WIB


image

Membuka perdagangan pagi hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah terlihat menguat terhadap kurs dolar AS di tengah adanya sikap wait and see yang dilakukan oleh para pelaku pasar terkait data dari AS yang akan dirilis malam hari nanti.

Berdasarkan data Refinitiv, Jumat (7/3/2025), mata uang Garuda dibuka naik tipis 0,03% ke posisi Rp16.320/US$. Meski demikian, rupiah nampak berbalik arah melemah dengan penurunan 0,12%.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) bergerak naik 0,11% ke level 104,17. Posisi ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan posisi perdagangan hari sebelumnya yang berada di angka 104,06.

Kini para pelaku pasar tengah mananti data tenaga kerja AS yakni Non-Farm Payroll (NFP) dan unemployment rate. Kedua data ini akan dinanti pelaku pasar lantaran masih berkaitan dengan data tenaga kerja AS dan dapat memberikan dampak pada kebijakan yang akan diambil oleh The Fed soal suku bunga acuannya.

Sebelumnya, pada Januari 2025, ekonomi AS telah menambahkan 143 ribu pekerjaan, angka tersebut jauh di bawah revisi kenaikan 307 ribu pada Desember dan perkiraan 170 ribu. Pertumbuhan lapangan kerja terjadi di sektor kesehatan sebanyak 44 ribu, diperdagangan ritel tumbuh 32 ribu.

Dari pernyataan Biro statistik Tenaga Kerja AS (BLS), terjadinya kebakaran hutan di Los Angeles serta cuaca musim dingin yang parah dibeberapa bagian negara tidak memberikan dampak pada angka ketenagakerjaan bulan tersebut.

Sementara itu, BLS juga menerbitkan revisi tahunan terhadap data ketenagakerjaan untuk tahun 2024. Perubahan total pekerjaan non-pertanian pada November direvisi naik sebesar 49 ribu menjadi 261 ribu, sedangkan perubahan untuk Desember direvisi secara keseluruhan naik 100 ribu lebih tinggi dari laporan sebelumnya.

Namun, jika melihat pertimbangan keseluruhan di tahun 2024, jumlah pekerjaan non-pertanian ini meningkat sebesar 1,99 juta, dengan rata-rata pertumbuhan 166 ribu pekerjaan per bulan. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan laporan awal yang menyebutkan kenaikan 2,2 juta pekerjaan atau rata-rata 186 ribu per bulan.