DOLAR AUSTRALIA MELEMAH, PASCA PENGUMUMAN RBA
02 Februari 2021, 13.16 WIB
Hari ini, Selasa (2/2/2021), kurs nilai tukar dolar Australia mengalami pelemahan terhadap nilai tukar rupiah dan tertahan di posisi terendah dalam 1 bulan terakhir.
Pelemahan mata uang Negeri Kanguru terjadi setelah Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) mengumumkan akan menambah nilai program pembelian aset atau quantitative easing/QE.
Laju dolar Australia pada pukul 10.56 WIB, berada di level Rp10.698,66, menguat 0,23% di perdagangan pasar spot. Namun penguatan tersebut terpangkas, lantaran sebelum pengumuman kebijakan meneter dari RBA, dolar Australia sempat menguat 0,62%.
Kemarin, nilai tukar dolar Australia sempat menyentuh ke posisi terendahnya di Rp10.660,81/AU$, yang merupakan posisi terendah sejak 5 Januari lalu.
Hasil rapat kebijakan moneter hari ini, RBA mengumumkan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di posisi terendah 0,1% dan akan menambah nilai QE sebesar AU$100 miliar.
Artinya jumlah uang yang beredar di perekonomian Australia akan bertambah, sehingga penguatan dolar Australia menjadi teredam hari ini.
Selain itu, RBA baru akan menaikan suku bunga paling cepat di tahun 2024 mendatang.
Dewan Gubernur masih belum akan menaikkan suku bunga hingga inflasi stabil di rentang 2% hingga 3%. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan perbaikan yang signifikan dari tingkat pengangguran dan pasar tenaga kerja kembali ketat.
Saat ini, tingkat pengangguran masih tinggi dibandingkan dengan 2 dekade terakhir, namun diperkirakan masih akan terus membaik. Akhir tahun ini, tingkat pengangguran Australia diprediksi akan turun menjadi sekitar 6%, dan di akhir tahun 2022 yaitu 5,5%.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

