Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AUSTRALIA MELONJAK TINGGI, DIDORONG KENAIKAN INFLASI

27 Januari 2021, 13.15 WIB


image

Laju dolar Australia berhasil mengalami penguatan saat melawan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (27/1/2021). Hal tersebut terjadi setelah adanya rilis data inflasi Negeri Kanguru.

Data Refinitiv menunjukan, dolar Australia diperdagangkan menguat dengan kenaikan 0,26% ke posisi Rp10.899,25/AU$ di pasar spot.

Berdasarkan dari laporan Biro Statistik Australia, pada kuartal IV-2020 tercatat adanya pertumbuhan inflasi 0,9%. Angka ini lebih tinggi dari prediksi analis sebesar 0,7%.

Pertumbuhan inflasi tersebut menjadi petunjuk bahwa ekonomi di Australia mulai pulih dari resesi akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19) masih terus berlanjut.

Sebelumnya, pada kuartal II-2020, Australia sempat mengalami deflasi hingga 1,9% yang merupakan pertama kalinya sejak kuartal I-2016, serta menjadi yang terdalam sepanjang sejarah.

Sementara inflasi inti dilaporkan mengalami pertumbuhan 0,4% di kuartal IV-2020. Data tersebut menyusul data laporan yang bagus dari Australia yang dirilis bulan ini.

Jumat lalu, IHSG Markit melaporkan purchasing managers’ index (PMI) manufaktur di awal 2021 naik ke posisi 57,2 dari bulan Desember lalu yang berada di 55,7.

Selain itu, Biro Statistik Australia juga memberikan laporan terkait angkat pengangguran yang menurun 6,6% di bulan Desember 2020, dari bulan sebelumnya di 6,8%. Ini menunjukan bahwa sinya perekonomian Negeri Kanguru mulai bangkit kembali, sehingga memberikan sentimen positif terhadap mata uangnnya.