PERMINTAAN USD MENINGKAT, RUPIAH DIPREDIKSI SEMAKIN LESU
04 Juli 2018, 09.02 WIB
Nilai tukar rupiah terlihat masih belum dapat bergerak menguat di tengah adanya harapan akan perlawanan setelah Bank Indonesia (BI) menaikan tingkat suku bunga acuan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memberikan penjelasan terkait sinergi kerja sama antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan instansi lainnya mengenai langkah untuk meredam gejolak pelemahan nilai tukar rupiah. Namun hal tersebut nampaknya masih belum sepenuhnya direspons oleh pelaku pasar.
Selain itu, kurs dolar AS yang cenderung menguat di tengah sikap pelaku pasar yang kembali memburu USD jelang penantian rilis data-data ekonomi AS dan rilis The Fed minutes pada Kamis pekan ini.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp14.425/US$ dengan resisten di Rp14.350/US$.
Sementara masih adanya kekhawatiran terkait sentimen perang dagang antara AS dengan China seiring dengan kenaikan laju dolar AS terhadap nilai tukar rupiah hingga menyentuh ke posisi Rp14.450/US$ juga memberikan sentimen negatif pada pergerakan bursa saham IHSG.
Sepanjang perdagangan kemarin, para pelaku pasar terutama asing juga kembali melakukan aksi jualnya.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B