RUPIAH DIPREDIKSI LANJUTKAN PERBAIKAN

02 Juli 2018, 09.10 WIB


image

Sentimen kenaikan suku bunga acuan BI menjadi peredam sesaat bagi gejolak nilai tukar rupiah, namun hal tersebut diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan.

Selain itu, para pelaku pasar juga ikut mananti sentimen dari dalam negeri lainnya, terutama rilis data-data ekonomi di awal bulan.

Mata uang euro yang mengalami kenaikan setelah adanya kesepakatan terkait dengan imigran diharapkan juga ikut memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah.

Nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di sekitar posisi support Rp14.368/US$ dengan resisten di Rp14.295/US$.

Meski BI telah menaikan tingkat suku bunga acuan sebesar 50 bps atau sesuai dengan keinginan pasar untuk menurunkan pelemahan rupiah lebih dalam, namun masih belum terlalu banyak berimbas pada pergerakan rupiah yang hanya mengalami kenaikan tipis.

Sementara para pelaku pasar masih terus mengamati perkembangan dari potensi terjadinya perang dagang antara AS dengan China, sehingga permintaan terhadap mata uang safe haven masih lebih besar. Sedangkan dari dalam negeri belum ada sentimen terbarukan selain dari kenaikan suku bunga acuan BI yang memang dinanti oleh pelaku pasar.

Dan pernyataan dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengenai kenaikan tersebut mengikuti perkembangan global yang ada dan antisipasi terjadinya capital outflow cukup direspons positif.