PENJUALAN OTOMOTIF AS MENURUN, WALL STREET MEMBURUK

03 Agustus 2016, 08.15 WIB


image

Pada perdagangan kemarin, Selasa (2/8/2016), bursa saham Wall Street kembali ditutup menurun. Hal tersebut terjadi setelah munculnya data penjualan otimotif yang berada di bawah ekspektasi para pelaku pasar saham.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi AS ini dipengaruhi oleh angka penjualan otomotif. Selain itu, penjualan otomotif tersebut yang berada di bawah proteksi, juga membuat saham produsen mobil, seperti Ford dan General Motors mengalami penurunan lebih dari 4%.

Dari hasil laporan GM penjualan mobil pada bulan Juli 2016 mengalami penurunan hingga 2% menjadi 267.258 unit dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, atau dibawah ekspektasi. Sedangkan untuk Ford yaitu 216.479 unit atau menurun 3%.

Hasil data ekonomi menunjukan, angka konsumsi masyarakat AS mengalami peningkatan di atas ekspektasi, khususnya untuk membeli barang dan jasa. Akan tetapi untuk pendapatan individu di AS hanya naik 0,2%, atau berada di bawah proyeksi yang sebesar 0,3%. Di tambah jalu inflasi yang saat ini masih berada di bawah target bank sentral AS, atau The Fed sebesar 2%. Kondisi ini membuat bank sentral sulit untuk menaikan suku bunga acuannya.

Sentimen negatif juga muncul dari kembali turunnya harga minyak produksi AS yang berada di bawah US$40/barel, atau berkurang 1,4% menjadi US$39,51/barel.

Pada perdagangan kemarin, pergerakan indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 90,74 poin atau 0,49% menjadi 18.313,77. Indeks S&P 500 menurun 13,81 poin atau 0,64% menjadi 2.157,03. Dan untuk indeks Nasdaq berkurang 46,46 poin atau 0,9% menjadi 5.137,73.

Sementara saham yang diperdagangkan ada sekitar 7,45 miliar lembar saham, di bawah rata-rata transaksi setiap harinya sebanyak 6,64 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.