Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
RUPIAH BERTAHAN DIJALUR PENGUATAN

08 Oktober 2026, 09.20 WIB


image

Hingga perdagangan pagi hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah masih mempertahankan tren penguaqtannya terhadap kurs dolar AS. Rupiah berhasil mencatat penguatan dalam dua hari perdagangan sebelumnya.

Mata uang Garuda dibuka menguat 0,11% ke posisi Rp17.855/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY), terpantau melemah 0,06% ke level 102,178.

Pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh sejumlah sentiment domestic dan global.

Sentimen domestik datang dari sikap pasar yang tertuju pada rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 oleh Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan hari ini pukul 10.00 WIB. Pada Agustus, IKK tercatat sebesar 118,5, atau naik dari bulan Juli di 116,8. Kenaikan tersebut menunjukan optimisme konsumen terhdap kondisi ekonomi masih terjaga, dengan indeks bertahan di atas level 100.

Data terbaru akan menjadi perhatian pasar untuk melihat apakah keyakinan konsumen Kembali meningkat pada September. Perkembangan indeks juga dapat memberikan petunjuk terkait prospek kosumen rumah tangga yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sementara dari eksternal, pelaku pasar mengamati hasil risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dirilis hari ini Kamis (8/10/2026) waktu Indonesia.

Mayoritas pejabat The Fed memperkirakan masih diperlukan satu kali kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2026, seiring inflasi AS yang masih berada di atas target 2%.

Sebelumnya, The Fed telah menaikan suku bunga acuannya pada pertamuan September, sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% hingga 4,00%.

Keputusan kebijakan moneter akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi dan keseimbangan risiko. Prospek kenaikan suku bunga AS lebih lanjut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan daya tarik asset berbasis dolar. Namun dolar AS bergerak melemah pagi ini, sehingga tekanan terhadap rupiah dari sisi penguatan greenback mulai mereda.