RUPIAH BERADA DALAM TREN POSITIF
10 September 2026, 09.05 WIB
Mata uang Garuda terus menunjukan penguatannya terhadap kurs dolar AS pada perdagangan pagi hari ini. Rupiah dibuka menguat tipis 0,03% ke posisi Rp17.495/US$.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif pada perdagangan sebelumnya, saat rupiah menguat tajam hingga 0,71% ke posisi Rp17.500/US$. Posisi pembukaan hari ini sekaligus mempertahankan rupiah di sekitar level terkuatnya sejak 15 Mei 2026 atau mendekati 17 pekan terakhir.
Sedangkan indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,03% ke level 98,784.
Laju rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari pasar global maupun dalam negeri.
Sentimen eksternal datang dari pelemahan dolar AS, dimana kondisi ini dapat menahan tekanan terhadap laju mata uang Garuda. DXY masih berada di kisaran level terendahnya dalam hampir dua pekan, terutama karena dolar terus melemah terhadap yen Jepang.
Yen Jepang bergerak menguat didorong ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan perubahan perkiraan kebijakan menjelang pertemuan The Fed serta BOJ pada pekan depan.
Dari prediksi pasar, BOJ akan menaikan suku bunga acuannya sekitar 25 basis poin pada pertemuan 17 hingga 18 September 2026. Ekspektasi tersebut mendorong penguatan yen Jepang sekitar 4% sepanjang September dan ikut menahan laju DXY.
Namun, nilai tukar rupiah mendapat tekanan dari kenaikan harga minyak dunia setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.
Ketegangan tersebut membuat harga minyak Brent naik tinggi hingga 3,36% dan ditutup di level US$101,21/barel, ini menjadi posisi tertinggi sejak Mei 2026.
Sementara tingginya harga minyak juga meningkatkan risiko inflasi menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat. Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan terakhir sebelum The Fed menentukan arah suku bunga pada pertemuan 15 hingga 16 September.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

