DOLAR AS KEMBALI CATAT PENGUATAN
20 Juli 2026, 09.08 WIB
Nilai tukar rupiah dibuka melemah cukup dalam saat berhadapan dengan kurs dolar AS.
Mata uang Garuda melemah hingga 0,42% ke posisi Rp17.960/US$, angka ini membuat rupiah kembali mendekati posisi Rp18.000/US$. Akhir pekan lalu, rupiah sempat menguat tajam 0,53% ke Rp17.885/US$.
Sedangkan untuk indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia (DXY) tercatat stabil. DXY berada di level 100,765 setelah pada penutupan Jumat pekan lalu menguat 0,28%.
Dolar AS mengalami penguatan tipis terhadap mayoritas mata uang dunia di awal perdagangan Asia hari ini. Para investor juga terus waspada akan meningkatnya konflik di Timur Tengah, yang dapat mendorong kenaikan harga minyak.
Kondisi tersebut tentu membuat permintaan akan dolar AS sebagai aset aman kembali meningkat. Hal ini juga membuat ruang penguatan mata uang berkembang, termasuk rupiah menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, pasar memprediksi bank sentral AS atau The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 29 Juli mendatang.
Peluang The Fed menahan suku bunga mencapai 85,6%, angka ini naik tajam dibandingkan satu bulan yang lalu di 61,5%.
Sementara pasar juga masih menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan mengumumkan keputusan mengenai suku bunga acuan pada Rabu, mendatang (22/7/2026).

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

