Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AS TERTEKAN, RUPIAH MENGUAT

15 Juli 2026, 09.15 WIB


image

Pagi hari ini, mata uang Garuda terlihat mengalami penguatan terhadap kurs dolar AS. Penguatan ini terjadi seiring dengan pelemahan indeks dolar AS di pasar global.

Rupiah dibuka menguat 0,17% ke posisi Rp18.050/US$, penguatan ini melanjutkan kinerja positif pada penutupan perdagangan sebelumnya yang menguat 0,11% ke posisi Rp18.080/US$.

Indeks dolar AS yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat tertekan dengan pelemahan 0,12% ke posisi 100,797, melanjutkan koreksi sebelumnya saat indeks dolar AS jatuh 0,31%.

Laju rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global yang tengah mengalami pelemahan.

Indeks dolar AS bergerak melemah setelah laporan inflasi tahunan AS diumumkan turun menjadi 3,5% pada Juni 2026. Angka ini menjadi penurunan pertama dalam empat bulan terakhir, lebih rendah dibandingkan posisi Mei 2026 sebesar 4,2%, serta berada di bawah proyeksi konsensus yakni 3,8%.

Jika dilihat secara rinci, indeks energi masih mencatat kenaikan tahunan sebesar 15,7%, sementara harga makanan naik 3,0%. Namun secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS mencatat deflasi 0,4%. Realisasi tersebut lebih dalam dibandingkan dengan ekspektasi deflasi 0,1%.

IHK AS yang mencatat deflasi bulan ini menjadi yang pertama sejak Mei 2020. Penurunan tersebut juga menjadi kontraksi bulanan terbesar sejak April 2020, atau pada masa awal pandemi covid-19.

Rendahnya data inflasi dari yang diperkirakan juga membuat ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS ikut mereda.

Sementara melemahnya dolar AS di pasar global memberikan ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah.