RUPIAH KEMBALI MENEMBUS LEVEL RP18.100/US$
13 Juli 2026, 09.23 WIB
Membuka perdagangan pagi hari ini, Senin (13/7/2026), pergerakan nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS terlihat masih terus mengalami tekanan hingga menembus ke posisi Rp18.100/US$.
Pada pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka melemah 0,17% ke posisi Rp18.075/US$. Namun tidak lama kemudian, rupiah kembali jatuh hingga 0,38% ke posisi Rp18.110/US$.
Tekanan yang dialami rupiah ini telah membalikkan posisi penguatan mata uang garuda pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (10/7/2026), yang menguat di posisi Rp18.045/US$.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY), yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, yang tercatat menguat 0,22% ke level 101,178.
Selain itu, penguatan dolar AS juga terjadi seiring dengan konflik di Timur Tengah yang kembali meningkat. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan membuat prospek kenaikan suku bunga bank sentral global kembali perhatian pasar.
Sementara kondisi ini juga telah mengerek harga minyak, di mana harga minyak Brent tercatat naik 3,3% ke level US$78,49/barel pada awal perdagangan Asia.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat menambah tekanan inflasi global. Inflasi yang kembali meningkat dapat memperbesar peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

