MAYORITAS BURSA ASIA CATAT PENGUATAN
03 Juli 2026, 09.45 WIB
Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap kurs dolar AS, jelang akhir pekan ini, Jumat (3/7/2026). Pelemahan indeks dolar AS memberikan ruang bagi mata uang Asia untuk bergerak lebih positif.
Selain itu, pelemahan ini juga menjadi kado pahit bagi AS yang akan memperingati Hari Kemerdekaan ke-250 tahun pada Sabtu besok (4/7/2026).
Dari 10 mata uang Asia, terpantau ada sebanyak tujuh mata uang yang berhasil menguat terhadap dolar AS, sementara tiga lainnya justru melemah.
Ringgit Malaysia mengalami penguatan tajam di Asia dengan kenaikan 0,37% ke posisi 4,062/US$.
Penguatan juga dialami oleh mata uang Garuda yang bergerak dijalur positif 0,28% ke posii Rp17.938/US$. Angka ini membuat rupiah jauhi level psikologis Rp18.000/US$, setelah pada penutupan sebelumnya sempat mendekati level tersebut.
Sedangkan untuk bath Thailand menguat 0,12% ke posisi THB 33,16/US$, peso Filipina naik 0,07% ke posisi PHP 61,389/US$. Dan untuk dolar Singapura naik tipis 0,05% ke SGD 1,290/US$.
Sementara dolar Taiwan kini menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,11% ke posisi TWD 31.920/US$.
Pelemahan juga dialami oleh yen Jepang dengan pelemahan 0,04% ke posisi JPY 161,14/US$, dong Vietnam terkoreksi 0,04% ke VND26,295/US$.
Pada waktu yang bersamaan, Indeks dolar AS (DXY) melemah tipis 0,01% ke posisi 100,846. Meski pelemahannya terbatas, namun dolar AS sudah berada dalam tekanan yang cukup besar sejak perdagangan sebelumnya.
Kamis kemarin, (2/7/2026), DXY ditutup melemah tajam hingga 0,53%. Pelemahan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuka ruang bagi penguatan sejumlah mata uang Asia hari ini.
Meski demikian, prospek dolar AS secara umum masih cukup konstruktif, terutama terhadap mata uang dengan imbal hasil rendah, selama ekspektasi pengetatan The Fed belum benar-benar hilang.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

