Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AS KEMBALI TEKAN RUPIAH

18 Juni 2026, 09.10 WIB


image

Nilai tukar rupiah kembali mencatat pelemahan terhadap kurs dolar AS, seiring dengan menguatnya mata uang Paman Sam di pasar global.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,62% ke posisi Rp17.840/US$. Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang dialami oleh rupiah pada penutupan perdagangan kemarin yang terdepresiasi 0,23% ke Rp17.730/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat masih menguat 0,18% ke level 100,273.

DXY melanjutkan penguatannya saat indeks dolar AS naik tajam 0,55% pasca bank sentral AS atau Thr Fed mengumumkan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya bulan ini.

Selain itu, penguatan dolar AS ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar kembali memburu aset berdenominasi dolar AS. Hal ini tentu memberikan tekanan terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Dolar AS mencatat penguatan setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, namun pernyataan dari bank sentral menunjukan para pembuat kebijakan masih memiliki peluang untuk menaikan suku bunganya di tahun ini, meski kekhawatiran terhadap inflasi masih terus meningkat.

The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran level 3.50% hingga 3,75%. Namun, proyeksi kuartalan terbaru menunjukan sembilan pejabat The Fed memprediksi adanya kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026.

Pernyataan kebijakan terbaru dari The Fed telah menghilangkan bahasa yang sebelumnya digunakan untuk memberi sinyal peluang penurunan suku bunga lanjutan pada 2026. Hal ini tentu menjadi perhatian pasar lantaran sikap The Fed yang lebih berhati-hati, bahkan cenderung lebih ketata dalam merespons risiko inflasi.

The Fed juga menaikan inflasi akhir 2026 dari sebelumnya 2,7% menjadi 3,6%. Ini tentu membuat pelaku pasar semakin mengamati peluang kenaikan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang.

Suku bunga jangka pendek AS kini diperkirakan memiliki peluang yang lebih besar bahwa The Fed akan menaikan suku bunganya pada September, dibandingkan mempertahankannya di level saat ini.

Sementara sore ini pelaku pasar juga menantikan hasil pengumuman akhir Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026.

Pelaku pasar memperkirakan BI akan kembali menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% . Meski ada beberapa lainnya yang institusi lainnya yang memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga di level 5,50%.