Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AS MELEMAH TERHADAP RUPIAH

24 April 2026, 09.17 WIB


image

Hari ini, Jumat (24/4/2026), nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan terhadap kurs dolar AS, di tengah menguatnya dolar AS di pasar global.

Rupiah dibuka menguat 0,09% ke posisi Rp17.065/US$, sebelumnya rupiah ditutup melemah hingga 0,44% ke Rp17.080/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY), terlihat masih berada di zona hijau dengan penguatan tipis 0,04% atau melanjutkan tren pengauatan perdagangan sebelumnya saat DXY ditutup naik 0,18% ke level 98,770.

Laju rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen global, terutama perkembangan perang di Timur Tengah anatra AS dan Iran. Kini dolar AS juga berada dalam jalur penguatan mingguan pertamanya dalam tiga pekan terakhir, setelah negosiasi damai antara AS dan Iran masih belum menunjukan adanya kemajuan.

Akibat ketidakpastian tersebut membuat dolar AS kembali diburu oleh para investor sebagai aset safe haven. Hal ini membuat ruang penguatan bagi mata uang lain termasuk rupiah, menjadi sempit.

Sementara sentimen dari dalam negeri datang dari tekanan rupiah sendiri, dimana ketidakpastian global yang semakin meningkat membuat mata uang regional mengalami tekanan yang sama.

Untuk itu, BI terus melakukan peningkatan intensitas intervensi demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memperkuat struktur suku bunga instrumen pro-market agar aliran modal asing tetap masuk kedalam aset domestik di tengah masih berlanjutnya dampak perang di Timur Tengah.

Secara yean to data, rupiah tercatat mengalami pelemahan sebesar 3,54%, sedangkan cadangan devisa Indonesia tetap terjaga di angka US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026.