Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
BI TERUS JAGA STABILITAS RUPIAH

08 April 2026, 11.00 WIB


image

Berdasarkan dari laporan Bank Indonesia (BI) cadangan devisa (cadev) Indonesia tersisa US$148,2 miliar pada Maret 2026, angka tersebut menurun sekitar US$3,7 jika dibandingkan dengan catatan bulan sebelumnya yang berada di US$151,9 miliar.

Penurunan cadev ini disebabkan oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain itu, kebijakan stabilitas yang dilakukan BI merupakan langkah dalam merespons ketidakpastian pasar keuangan global yang semakin meningkat.

Meski demikian, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab cadev tidak mengalami penurunan dalam, diantaranya yaitu penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa.

Posisi cadangan devisa akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BI juga menilai, bahwa cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal seta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ketahanan sektor eksternal ke depannya diyakini akan tetap baik didukung posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil intervensi yang tetap menarik.

Sementara BI masih akan terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal sebagai upaya menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.