JELANG RILIS EKONOMI INDONESIA, RUPIAH DIBUKA LESU
05 Februari 2026, 09.18 WIB
Rupiah kembali dibuka melemah terhadap kurs dolar AS, jelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025.
Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp16.780/US$ atau melemah 0,09%, prlrmahan ini terjadi setelah penutupan perdagangan kemarin terkoreksi tipis 0,06% ke posisi Rp16.765/US$.
Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) yang mengukur penguatan greenback terhadap enam matauang utama dunia, bergerak menguat 0,04% ke level 97,654, angka ini melanjutkan tren penguatan DXY sebelumnya yang naik 0,18%.
Para pelaku pasar juga tengah menanti rilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk kuartal IV-2025 sekaligus capaian setahun penuh, yang akan digelar sore hari ini oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 diperkirakan akan tumbuh 5,23% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 0,72% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).
Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan posisi realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04% yoy. Hasil rilis ini dinilai akan mempengaruhi persepsi pasar terhadap penguatan fundamental ekonomi domestik, yang tercermin pada pergerakan rupiah.
Mengawali perdagangan hari ini, kurs dolar AS cenderung bergerak stabil menjelang keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE), yang diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunganya.
Selain itu, laju dolar AS juga mendapat dorongan seiring pasar menakar musim laporan keuangan korporasi di AS dan pergeseran sentimen ke aset yang lebih defensif (risk-off).
Sementara pasar masih memperkirakan jika bank sentral AS masih akan menahan suku bunganya pada pertemuan berikutnya, sehingga arah dolar tetap menjadi salah satu penentu utama pergerakan mata uang global.
Penguatan DXY menunjukan bahwa permintaan akan dolar AS di pasar global masih meningkat, sehingga menambah tekanan pada mata uang lain, termasuk rupiah.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

