Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AS BERGERAK MENURUN

03 Februari 2026, 09.22 WIB


image

Mata uang Garuda kembali dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026). Rupiah terapresiasi sebesar 0,21% ke posisi Rp16.750/US$.

Penguatan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya masih berada di jalur pelemahan dengan penurunan 0,03% ke posisi Rp16.785/US$.

Untuk indeks dolar AS (DXY) terlihat masih melemah 0,17% ke level 97,471. Meski mengalami koreksi, namun tren dolar AS masih menunjukan daya tahan setelah pada penutupan perdagangan kemarin DXY menguat tajam hingga 0,66% ke level 97,632.

Sentimen dari arah pergerakan dolar AS dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter The Fed, kemungkinan masih akan mempengaruhi laju rupiah.

Dolar AS masih bertahan di jalur penguatan setelah sejumlah pembacaan data ekonomi AS menunjukan positif dan medorong pasar menilai ulang prospek suku bunga, meski kekhawatiran terkait potensi shutdown pemerintah AS masih terus membayangi.

Selain itu, data manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) yang menunjukan aktivita di jalur ekspansi berhasil mendorong penguatan dolar AS. Meski demikian, pasar juga mengamati risiko ketidakpastian dari Washington, menyusul potensi keterlambatan rilis salah satu laporan tenaga kerja yang menjadi kunci akibat kebuntuan politik.

Sementara bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, penguatan dolar AS memiliki keterlibatan langsung. Saat greenback banyak diburu dan DXY menguat, tekanan pada mata uang emerging markets biasanya akan mengalami peningkatan lantaran arus dana cenderung mencari aset dolar yang dinilai lebih aman.