PEKAN YANG PENDEK, RUPIAH CETAT PENGUATAN
15 Janiuari 2026, 09.16 WIB
Hari ini, nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan sebesar 0,33% ke posisi Rp16.800/US$, meski di pasaran dolar AS diperdagangkan di atas Rp16.900an/US$.
Penguatan rupiah ini terjadi di tengah laju indeks dolar AS (DXY) yang bergerak melemah 0,04% ke level 99,093. Sebelumnya DXY ditutup stagnan di angka 99,134.
Rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari pelemahan dolar AS di pasar global. Greenback juga masih akan mengalami tekanan lanjutan akibat meningkatnya kekhawatiran pasar akan independensi bank sentral AS (The Fed), menyusul pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell terkait ancaman tuntutan pidana dari Departemen Kehakiman AS atas kesaksiannya pada Juni lalu mengenai renovasi kantor pusat The Fed.
Berdasarkan penilaian Powell, langkah tersebut berkaitan dengan sikap The Fed yang tidak sejalan dengan dorongan Presiden Donald Trump untuk melakukan pemangkasan suku bunga lebih agresif.
Bank Indonesia (BI) menegaskan stabilitas nilai tukar rupiah masih akan tetap terjadi di tengah tekanan global tersebut.
Pergerakan mata uang global di awal 2026, termasuk Indonesia, masih banyak dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan, di tengah melonjaknya kebutuhan valuta asing domestik awal tahun.
Meski laju rupiah terus mengalami tekanan dari eksternal, namun BI konsisten dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan stabilisasi yang dilakukan secara berkesinabungan.
Selain itu, terus masuknya aliran modal asing, terutama ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham, serta ketahanan cadangan devisa yang memadai, dinilai ikut menjadi pendorong stabilitas laju rupiah di tengah volatilitas pasar keuangan global.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

