RUPIAH KEMBALI MELEMAH DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL
13 Janiuari 2026, 09.10 WIB
Pada perdagangan pagi hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap kurs dolar AS.
Mata uang Garuda di buka di posisi Rp16.840/US$ dengan pelemahan 0,09%. Sebelumnya, rupiah juga sempat ditutup melemah hingga 0,18% atau melanjutkan tren tekanan pada perdagangan kemarin yang ditutup di posisi Rp16.825/US$.
Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah kondisi indeks dolar AS (DXY) yang terpantau menguat tipis 0,08% ke level 98,950, setelah perdagangan kemarin terkoreksi 0,27% dan di tutup di angka 98,862.
Hingga perdagangan hari ini, laju rupiah masih akan dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global. Pelemahan dolar AS yang terjadi pada perdagangan sebelumnya diharapkan dapat menjadi pendorong sentimen positif bagi rupiah, meski pergerakan pasar global masih dibayangi oleh tingginya ketidakpastian.
Selain itu, dolar AS juga masih berada dalam tekanan setelah Presiden AS membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua The Federal Reserve Jerome Powell. Tindakan tersebut dinilai pasar berpotensi memberikan ancaman pada independensi bank sentral AS serta kembali munculnya kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan moneter AS.
Sikap pasar terhadap kabar tersebut cenderung melepas aset berdenominasi dolar dan surat utang AS, sedangkan sebagian investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas. Meski demikian, tekanan di pasar dinilai masih relatif terbatas dan tidak sedalam gejolak yang terjadi setelah kebijakan tarif besar-besaran AS pada April tahun lalu.
Sementara ketahanan ekonomi AS membuat The Fed secara fundamental memiliki ruang untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pemangkasan suku bunga. Namun, di sisi lain, meningkatnya tekanan politik terhadap bank sentral berpotensi mendorong arah kebijakan yang lebih dovish sesuai dengan kondisi ekonomi.
Independensi The Fed merupakan salah satu faktor kunci penopang peringkat kredit AS. Oleh karena itu, perkembangan kabar ini akan terus menjadi perhatian pelaku pasar global dan berpotensi mempengaruhi arah pergerakan dolar AS, serta mata uang negera berkembang seperti rupiah, dalam beberapa waktu kedepan.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

