Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
MESKI MENGUAT, RUPIAH DIPERDAGANGKAN TINGGI

15 Desember 2025, 09.08 WIB


image

Membuka perdagangan pagi hari ini, Senin (15/12/2025), nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS kembali mencatat penguatan.

Mata uang Garuda dibuka menguat 0,09% ke posisi Rp16.620/US$, meski market menjualnya diatas 16.800/US$. Pada Jumat lalu (12/12/2025), rupiah ditutup menguat 0,18% ke angka Rp16.635/US$.

Penguatan rupiah ini terjadi seiring dengan laju indeks dolar AS (DXY) yang masih bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,06% ke level 98,462. Penguatan DXY sempat memberikan tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Laju rupiah hari ini, diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Sejauh ini Bank Indonesia (BI) dijadwalkan untuk merilis Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia untuk peroide Oktober 2025, yang merupakan salah satu indikator penting dalam menilai ketahanan fundamental ekonomi nasional.

Hal ini akan membuat pelaku pasar mengamati perkembangan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), serta komposisi utang swasta, khususnya porsi utang jangka pendek.

Di tengah kondisi suku bunga global yang masih relatif tinggi, data ULN dinilai dapat dijadikan sebagai penentu dalam mengukur kemampuan perekonomian Indonesia dalam menjaga stabilitas pembiayaan eksternal.

Stabilitas data ULN berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pasar obligasi dan nilai tukar rupiah. Sebaliknya, meningkatnya risiko pada strukyur utang dapat memberikan pengaruh pada persepsi investor terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi volatilitas global.

Selain itu, pelaku pasar juga masih akan bersikap wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pada Selasa dan Rabu (16 hingga 17 Desember 2025). Agenda ini menjadi perhatian utama pasar lantaran akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga BI di tengah kondisi global yang terus bergejolak.