MATA UANG GARUDA DIBUKA MELEMAH
24 November 2025, 09.18 WIB
Pagi hari ini, laju nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS kembali mencatat pelemahan dan dibuka melemah tipis 0,06% ke posisi Rp16.700/US$. Pada penutupan perdaganan sebelumnya rupiah berhasil ditutup menguat 0,21% ke angka Rp16.690/US$.
Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) terpantau masih menguat tipis 0,04% ke level 100,224.
Pergerakan rupiah hari ini terlihat masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri maupun luar negeri.
Sentimen dari dalam negeri, yakni sikap BI (Bank Indonesia) yang kembali menahan suku bunga acuannya di level 4,75% dan memberikan dorongan positif bagi laju rupiah.
Hal tersebut juga memberikan sinyal kuat bahwa stabilitas nilai tukar rupiah mash menjadi prioritas utama, terutama di tengah dinamika global yang masih cukup rentan terhadap ketidakpastian.
Sementara dari luar negeri, laju rupiah masih terus dibayangi oleh ketidakpastian yang semakin meningkat jelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Desember mendatang, yang akan menjadi agenda penentu suku bunga acuan terakhir The Fed tahun 2025 ini.
Peningkatan volatilitas pasar global kembali terjadi seiring perbedaan pandangan yang cukup tajam antar pejabat The Fed terkait arah pemangkasan suku bunga berikutnya.
Selain itu, adanya komentar yang dirilis ke publik juga kerap memicu fluktuasi signifikan di pasar keuangan, termasuk terhadap pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Ekspektasi pelonggaran kembali menguat setelah adanya pernyataan dari Presiden Fed New York, John Williams, bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menyesuaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

