RUPIAH KEMBALI CATAT PELEMAHAN
11 November 2025, 09.15 WIB
Nilai tukar rupiah kembali menunjukan pelemahannya terhadap kurs dolar AS dengan penurunan sebesar 0,27% ke posisi Rp16.690/US$. Pelemahan ini terhadi di tengah laju indeks dolar AS (DXY) yang bergerak menguat 0,11% ke level 99,698.
Pelemahan rupiah hari ini terjadi seiring dengan sentimen pasar global yang mulai membaik setelah Senat AS melangkah lebih dekat untuk mengakhiri penutupan pemerintahan federal AS yang telah berlangsung selama 40 hari.
Langkah tersebut memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar lantaran gangguan terhadap aktivitas ekonomi AS akan segera berakhir. Di mana kondisi ini ikut mendorong peningkan terhadap permintaan akan aset berisiko.
Optimisme akan pemerintahan AS yang segera kembali dbuka membuat investor global kembali masuk ke aset-aset dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Jika sentimen positif ini berlanjut, maka rupiah memiliki potensi untuk bergerak menguat di tengah melonjaknya arus modal ke pasar market.
Selain itu, pemangkasan suku bunga The Fed juga menjadi sentimen positif bagi rupiah. The Fed memiliki peluang sebesar 61% terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember mendatang. Prospek suku bunga yang lebih rendah dapat menekan imbal hasil dolar AS dan mendorong pelemahan greenback terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Sementara ruang penguatan rupiah terlihat masih akan terbatas mengingat dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis ke level 99,713 hari ini.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

