Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
INVESTOR BERBURU DOLAR USD, RUPIAH MELEMAH

04 November 2025, 09.12 WIB


image

Nilai tukar rupiah kembali diperdagangkan melemah terhadap kurs dolar AS dengan pelemahan sebesar 0,30% hingga menyentuh ke posisi Rp16.700an/US$. Sebelumnya, rupiah juga ditutup melemah 0,15% ke angka Rp16.650/US$.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah laju indeks dolar AS (DXY) yang menguat besar 0,10% ke level 99,973, angka ini mencatat penguatan DXY selama empat hari berturut-turut.

Laju rupiah hari ini, kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di pasar global. Sejak 29 Oktober 2025, indeks dolar terus menunjukan tren penguatan seiring dengan perselisihan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed.

Hari ini, dolar AS masih bertahan didekat level tertinggi dalam tiga bulan, setelah adanya pernyataan dari sejumlah pejabat The Fed yang saling bersebangan dan membuat pelaku pasar menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Selain itu, sejumlah pejabat The Fed juga menilai bahwa ekonomi AS masih cukup kuat di tengah minimnya rilis data akibat penangguhan aktivitas statistik selama pemerintahan ditutup. Meski The Fed telah melakukan pemangkasan suku bunganya pekan lalu, Ketua Jerome Powell menegaskan jika langkah tersebut kemungkinan bisa menjadi yang terakhir di tahun ini.

Para investor yang kembali memburu dolar AS dan meninggalkan mata uang non dolar, termasuk rupiah membuat dolar AS terus menguat.

Selain itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo juga menuturkan bahwa hingga akhir kuartal III-2025, pergerakan nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan seiring ketidakpastian global yang masih tinggi.

Meski demikian, tren pergerakan rupiah kedepan masih memiliki potensi penguatan, didorong oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid serta berbagai langkah stabilitas yang terus dilakukan BI.