RUPIAH BERBALIK MELEMAH
22 Oktober 2025, 10.02 WIB
Belum adanya sentimen yang kuat untuk mempertahankan rupiah di zona hijau, kini mata uang Garuda kembali dibuka melemah, jelang pengumuman keputusan suku bunga acuan BI.
Nilai tukar rupiah kembali diperdagangkan melemah 0,03% ke posisi Rp16.590/US$, setelah sebelumnya terkoreksi dan ditutup melemah 0,09% ke angka Rp16.585/US$.
Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) berbalik melemah setelah sempat ditutup menguat 0,35% ke level 98,934 pada perdagangan kemarin, Selasa (21/10/2025).
Sikap pelaku pasar yang tengah menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 21 dan 22 Oktober 2025, juga mempengaruhi pergerakan rupiah.
Para pelaku pasar memprediksi bahwa BI akan kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,50%.
Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan sikap pro-growth BI dalam beberapa bulan terakhir sebagai upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, BI kemungkinan besar masih memiliki ruang untuk kembali melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya, namun hal ini perlu dipertimbangkan, lantaran tekanan dipasar keuangan masih sangat tinggi menjelang keputusan The Fed.
Sepanjang tahun 2025 ini, BI telah melakukan pemangkasan suku bunga acuannya sebanyak lima kali, dengan penurunan masing-masing 25 bps pada Januari, Mei, Juli, Agustus dan September, dari level 6,00% pada Desember 2024, kini menjadi 4,75%.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

