Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
MATA UANG GARUDA KEMBALI LESU

10 Oktober 2024, 09.18 WIB


image

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mencatat pelemahan setelah Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan laporan rapatnya Kamis dini hari tadi.

Mengutip dari Refinitiv, Kamis (10/10/2024), pergerakan rupiah mencatat pelemahan 0,09% ke posisi Rp15.630/US$. Hal ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya yang menguat 0,16%.

Sedangkan pada pukul 08.59 WIB, laju DXY sedikit menurun 0,08% ke level 102,84. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi perdagangan kemarin di angka 102,93.

Fluktuasi nilai tukar rupiah hari ini cenderung didorong oleh faktor eksternal, salah satunya yaitu dari bank sentral AS atau The Fed.

Pada September lalu, Pejabat The Fed sepakat untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75% hingga 5,0%. Meski demikian, The Fed kurang yakin terkait seberapa agresif langkah yang harus diambil. Hal ini membuat mereka melakukan pemangkasan suku bunga sebesar setengah poin persentase dalam upaya untuk mengimbangi kepercayaan terhadap inflasi dengan kekhawatiran mengenai pasar tenaga kerja, berdasarkan laporan yang dirilis pada Kamis dini hari.

Ringkasan pertemuan tersebut merinci alasan para pembuat kebijakan dalam memutuskan untuk menyetujui penurunan suku bunga sebesar 50 bps untuk pertama kalinya sejak empat tahun, dan menunjukan adanya perbedaan pendapat di anatara anggota mengenai prospek ekonomi.

Ada beberapa pejabat memilih untuk penurunan yang lebih kecil, yaitu sebesar 25 bps, lantaran mereka mencari kepastian bahwa inflasi menurun secara berkelanjutan dan kurang khawatir tentang kondisi pekerjaan.

Jika ke depan, The Fed kembali memangkas suku bunganya dengan tidak agresif, setidaknya dalam jangka pendek, DXY memiliki potensi mengalami penguatan dan rupiah mengalami koreksi sehat.