Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
SUKU BUNGA NAIK, RUPIAH MASIH MELEMAH

26 April 2024, 09.44 WIB


image

Nilai tukar rupiah masih terus mengalami pelemahan meski Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Berdasarkan data Refinitiv pada pembukaan pasar, rupiah berada di posisi Rp16.180/US$. Namun sekitar 19 menit kemudian, mata uang Garuda semakin melemah 0,34% ke posisi Rp16.205/US$. Sedangkan kemarin rupiah di tutup di posisi Rp16.185/US$.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah pagi ini di level Rp16.185/US$. Tidak lama kemudian, rupiah nembus ke level Rp16.215/US$, angka ini semakin menunjukan bahwa rupiah mulai melemah 0,19%.

Penguatan kurs dolar AS datang dari sentimen yang sangat kuat terkait rilis data fundamental Amerika Serikat yang berada di atas ekspektasi.

Data pertumbuhan ekonomi AS diketahui hanya tumbuh 1,6% secara tahunan (yoy) untuk kuartal I-2024, dibandingkan dengan 3,4% pada kuartal sebelumnya dan di bawah perkirakaan sebesar 2,5%. Ini merupakan pertumbuhan terendah sejak kontraksi di paruh pertama tahun 2022 lalu.

Perlambatan ekonomi ini bisa menjadi sinyal jika dampat pengetatan suku bunga mulai terasa pada ekonomi AS. Namun data lain berbicara sebaliknya. Salah satu data yang ercermin adalah klaim pengangguran mingguan yang kembali menurun dari 212.000 klaim menjadi 207.000 untuk pekan yang berakhir pada 26 April 2024.

Klaim data pengangguran AS yang menurunan ini menunjukan pasar tenaga kerja AS masih sangat ketat. Hal ini mengurangi harapan jika bank sentral AS atau The Fed akan mulai memangkas suku bunga tahun ini.

Meski demikian, terlihat adanya perkembangan yang baik dari dalam negeri dengan aliran modal asing yang masuk (inflow) dalam dua hari di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).