!DOCTYPE html> SAVE Money Changer
INI YANG MENIMBULKAN RI RENTAN GEJOLAK EKONOMI GLOBAL

29 Januari 2016, 11.08 WIB


image

Bank Indonesia (BI) menyatakan, akibat ketergantungan Indonesia saat ini terhadap pendanaan dari luar negeri menyebabkan rentan Indonesia terhadap gejolak perekonomian global.

Hal tersebut membuat Indonesia selalu khawatir akan gejolak perekonomian global sehingga menyebabkan arus modal yang keluar (capital outflow) dari dalam negeri semakin mengalir.

Pada tahun 1998 defisit yang terjadi pada APBN selalu didanai oleh pinjaman dari lembaga multilateral seperti World Bank, Asian Development Bank (ADB) atau dari pinjaman bilateral dan multilateral antar negara.

Namun saat ini, Indonesia sudah tidak termasuk negara miskin dan tidak bisa lagi mengorek pinjaman dari lembaga keuangan internasional tersebut.

Ada sekitar 38% dari Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia yang dimiliki asing, dan setiap tahunnya ada ada penerbit surat utang baru dan setiap tahunnya ada utang jatuh tempo.

Selain itu, jumlah SBN tahun 2016 untuk membiayai defisit APBN dan utang jatuh tempo mencapai Rp542 triliun.

Utang luar negeri (ULN) swasta juga lebih besar. Lantaran, rasio besarnya kredit (loan to deposit ratio /LDR) perbankan nasional sudah mencapai 90%. Sama dengan perbankan nasional masih belum mampu mendanai seluruh kredit di Indonesia.