WALL STREET JEBLOK HINGGA 2%
28 Januari 2016, 08.23 WIB
Pada perdagangan kemarin, Rabu (27/1/2016), pergerakan bursa saham Wall Street mengalami penurunan tajam. Hal ini terjadi setelah bank sentral AS mengeluarkan pernyataan mengenai kondisi ekonomi yang masih belum membaik.
Ini merupakan sinyal negatif untuk investor saham. Di tambah The Fed yang mempertahankan tingkat suku bunganya.
Akibat kekhawatiran terhadap penurunan harga minyak dan perlambatan ekonomi China, membuat bursa saham Wall Street mengalami penurunan di awal tahun ini.
Sejumlah investor mengerti akan pendapat The Fed. Namun, sebagai investor hanya berharap ada tindakan dari pengambil kebijakan, untuk mengarahkan ekonomi kembali ke jalurnya.
Kemarin, indeks Dow Jones anjlok 1,38% menjadi 15.933,32. Indeks S&P 500 menurun 1,09% menjadi 1.882,95. Dan indeks Nasdaq berkurang 2,18% menjadi 4.468,17.
Setalah produsen iPhone mengumumkan perlambatan penjualan, saham Apple merosot 6,57%. Sedangkan saham Boeing turun 8,9% akibat penurunan laba.
Saham yang ditransaksikan 8,8 miliar lembar saham, di atas rata-rata transaksi setiap harinya di 8,5 miliar lembar saham.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B