AWAL 2016, BURSA SAHAM CHINA ANJLOK HINGGA 7%
04 Januari 2016, 14.06 WIB
Pada awal tahun 2016, bursa saham China mengalami koreksi tajam hingga mencapai 7%. Koreksi tajam tersebut membuat perdagangan hari ini berakhir.
Menurut Taye Shim, seorang Analis KDB Daewoo Securities, ada beberapa faktor yang menyebabkan pergerakan bursa China mengalami penurunan cukup dalam hari ini.
“Investor mulai melepas saham jelang berakhirnya masa larang penjualan saham,” ucapnya, Senin (4/1/2016).
Maksud dari larangan penjualan saham adalah, yang berlaku untuk pemegang saham utama di perusahaam yang terdaftar di bursa saham China. Larangan tersebut diresmikan oleh pemerintah China, sejak pasar saham China mengalami penurunan di pertengahan tahun 2015 lalu.
Sejak saat itu, seluruh pemegang saham utama tidak diperbolehkan melepas sahamnya agar pasar tidak mengalami penurunan secara terus menerus. Larangan ini akan berakhir pada 8 Januari 2016.
Selain itu pada Desember lalu data aktivitas China yang baru dirilis juga menunjukan adanya perlambatan. Hal ini membuat prediksi ekonomi China masih akan mengalami penurunan di tahun 2016 ini.
Beliau menuturkan, saat ini para pelaku pasar juga menunggu adanya saham-saham baru di 2016, sehingga terlebih dahulu untuk melepas portofolionya.
Seperti diketahui, Indeks Komposit Shanghai terpotong hingga 5% dan perdagangan juga dihentikan sesaat sekitar 15 menit sebelum dilanjutkan kembali.
Hingga pukul 13.34 waktu setempat, indeks acuan kembali menurun dan terjungkal hingga 7% sehingga perdagangan hari ini harus diakhiri.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B