Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AS KEMBALI MENEMBUS LEVEL RP15.000

21 September 2022, 10.22 WIB


image

Membuka perdagangan pagi hari ini, Rabu (21/9/2022), mata uang Garuda kembali anjlok saat berlawanan dengan kurs dolar AS hingga menembus Rp15.000/US$. Hal ini terjadi lantaran terimbas sentimen dari bank sentral AS yang akan mengumumkan kebijakan moneternya pada Kamis pagi waktu Indonesia.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah 0,2% terhadap mata uang Negeri Paman Sam ke posisi Rp15.010/US$.

Suku bunga acuan The Fed diperkirakan akan naik sebesar 75 basis poin, bahkan ada kemungkinan besar jika kenaikan Fed funds rate sebesar 100 basis poin.

Terlihat dari perangkat FedWactch milik CME Group, di mana pasar melihat adanya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed naik 18% atau 100 basis poin pada Kamis (22/9/2022) dini hari waktu Indonesia. Sedangkan probabilitas 82% untuk kenaikan 75 basis poin.

Jika The Fed menaikan suku bunga hingga 100 basis poin, maka ada kemungkinan The Fed melihat adanya sinyak bahwa inflasi masih akan terus meningkat atau belum mencapai puncaknya. Ini tentu akan memicu gejolak di pasar finansial. Di mana dolar AS akan bergerak semakin menguat, dan nilai tukar rupiah tertekan.

Selain itu, pasar juga melihat adanya kenaikan suku bunga agresif yang dilakukan bank sentral Swedia (Riksbank) pada Selasa kemarin. Riskbank menaikan suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin (bps) menjadi 1,75%, ini merupakan level tertinggi sejak Desember 2011.

Bahkan dalam 6 bulan ke depan Riskbank menyatakan masih akan terus menaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi di level 2%.

Kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral di sejumlah negara membuat perekonomian dunia diprediksi akan semakin suram akibat resesi di tahun depan. Kondisi ini tentu akan membuat dolar AS yang merupakan mata uang safe haven lebih diuntungkan.

Selain The Fed, Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis besok.

Berdasarkan proyeksi pasar, suku bunga acuan BI akan dinaikan bulan ini. Dari 14 yang ikut dalam pmbentukan konsensus tersebut, semua kompak memprediksikan kubu MH Thamrin akan menaikan suku bunga acuan.

Sebanyak 12 lembaga memberikan prediksi bahwa BI akan menaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,00%, sementara dua lembaga atau institusi memproyeksi kenaikan BI 7days Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25%.

Pada Agustus 2022, BI secara mengejutkan menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 bps. Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak November 2018 atau dalam 44 bulan.

Dapat Kurs Terbaik Hanya Ada Di PT.SAVE Money Changer, Berlokasi Di Daerah Sunter Jakarta Utara