Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
BURSA SAHAM AS MENYUSUT

29 April 2021, 11.03 WIB


image

Pada perdagangan pertengahan pekan ini, bursa saham Wall Street di AS masih ditutup melemah. Bank Sentral AS atau The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan program pembelian obligasi bulananya stabil serta tidak memberikan tanda bahwa pihaknya siap untuk mengurangi dukungan untuk pemulihan.

Meski ekonomi tengah membaik, Fed kembali mengulangi pedoman yang telah digunakan sejak Desember, terkait pihaknya harus melihat kemajuan substansial lebih lanjut menuju sasaran inflasi dan lapangan kerja sebelum mundur dari pembelian obligasi bulanan.

Di tengah masih banyaknya ketidakpastian, dengan inflasi yang sementara, membuat Fed akan terus melanjutkan kebijakan moneternya.

Kemarin, Rabu (29/4/2021), indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 0,48% menjadi 33.820. Sedangkan indeks S&P 500 menurun tipis 0,08% menjadi 4.183. Dan untuk indeks Nasdaq Composite turun 0,28% ke 14.051.

Indeks S&P 500 sempat bergerak naik hingga ke posisi tertinggi harian setelah Gubernur The Fed Jerome Powell memberikan pernyataan dalam konferensi pers bahwa belum waktunya untuk membahas pengurangan dukungan Fed sebagai upaya pemulihan ekonomi.

Sementara indeks Google, Alphabet Inc, mencatat kenaikan 2,9% dan ditutup pada posisi tertinggi setelah Selasa malam melaporkan rekor laba untuk kuartal kedua berturut-turut dan melakukan pembelian kembali saham senilai US$50 miliar.

Kenaikan juga dialami oleh saham Facebook yang melonjak hampir 6% setelah melaporkan hasil pendapatan kuartalan yang dengan mudah mengalahkan ekspektasi analis. Investor juga menanti hasil Apple yang dirilis setelah penutupan pasar.

Laporan triwulan Microsoft Corp pada Selasa malam memenuhi ekspektasi penjualan dan mengalahkan perkiraan laba. Namun harga sahamnya menurun 2,8% hingga menekan Nasdaq lantaran skeptisisme tentang keuangan satu kali termasuk dalam hasil dan harapan tinggi setelah reli selama setahun.

Harga saham Boeing Co mengalami penurunan sebesar 2,9% setelah mencatat kerugian kuartalan yang lebih luas dari perkiraan. Produsen pesawat ini juga menghentikan pengiriman 737 MAX karena ada masalah kelistrikan yang menyebakan pengandangan armada.