Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
BURSA AS JATUH TERIMBAS PENURUNAN SAHAM TEKNOLOG

19 Oktober 2018, 08.41 WIB


image

Pergerakan bursa saham Wall Street di AS pada perdagangan kemarin ditutup melemah tajam, hal ini terjadi lantaran terimbas kejatuhan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Selain itu, para investor juga masih terus mengamati ketegangan perdagangan antara AS dengan China dan kenaikan suku bunga.

Mengutip dari CNBC, Jumat (19/10/2018), laju indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 327,23 poin ke posisi 25.379,45 dengan saham Caterpillar yang memimpin penurunan. Sedangkan indeks S&P 500 juga turun 1,4% ke level 2.768,78 akibat penurunan saham sektor konsumer dan teknologi. Penurunan juga dialami oleh Nasdaq sebesar 2,1% menjadi 7.485,14.

Bursa saham yang bergerak menurun menambah kerugian pasar di bulan Oktober ini. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing jatuh 4% sepanjang Oktober. Sementara Nasdaw sendiri turun hingga nyaris 7% di bulan ini.

Sementara penurunan tajam bursa saham Wall Street ini disebabkan oleh masih tingginya kekhawatiran ketegangan perdagangan AS dengan China. Sejak adanya aksi perang dagang AS dan China diumumkan di medio Maret 2018, bursa saham China terus mengalami penurunan.

Pada perdagangan kemarin, indeks Shanghai berakhir menurun 2,9% atau poswisi terednah sejak November 2014. Dikhawatirkan ketegangan perdagangan akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, juga masalah kenaikan suku bunga dan kelebihan saham teknologi. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Facebook dan Amazon turun hingga lebih dari 2,5%. Alphabet yang merupakan induk Google jatuh 2,63%. Dan Netflix turun 4,93%.

Pasar juga khawatir terhadap rencana kenaikan suku bunga setelah risalah FOMC bulan September lalu yang dirilis pada Rabu, dimana The Fed kemungkinan akan kembali menaikan tingkat suku bunga acuannya sehingga memberikan tekanan bagi Wall Street.