RUPIAH DIPREDIKSI MASIH AKAN MELEMAH MESKI TERBATAS
13 Agustus 2018, 09.44 WIB
Pergerakan nilai tukar rupiah yang masih belum mampu untuk kembali mengimbangi penguatan dolar AS dikhawatirkan dapat berbalik menurun. Ditambah belum cukupnya sentimen positif terkait dengan kondisi makroekonomi dalam negeri.
Seperti yang diketahui, pekan lalu pemerintah telah mengumumkan bahwa neraca transaksi berjalan pada kuartal II/2018 bertambah 3% dari PDB. Seiring dengan itu, nilai tukar rupiah di akhir perdagangan akhir pekan kemarin melemah di posisi Rp14.478/US$, dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp14.405/US$. Hal ini telah menghambat tren penguatan rupiah yang berjalan beberapa hari sebelumnya.
Faktor-faktor tersebut masih memiliki peluang untuk melemahkan rupiah. Meski berpeluang melemah, namun diharapkan aksi jual dapat lebih terbatas sehingga tidak menyebabkan rupiah melemah lebih dalam.
Berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali bergerak melemah, tetap harus dicermati dan diwaspadai. Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di sekitar posisi support Rp14.478/US$ dengan resisten di Rp14.466/US$.
Setelah sempat bergerak menguat selama beberapa hari pekan lalu, para pelaku pasar dinilai akan melakukan aksi lepas rupiah dan beralih pada USD yang sejak sebelumnya masih bertahan dalam tren kenaikan.
Selain itu, pelemahan mata uang euro terjadi seiring dengan imbas dari penurunan mata uang lira Turki yang ikut memberikan imbas terhadap pelemahan rupiah. Sementara Turki juga diketahui memiliki banyak eksposur utang terhadap Eropa sehingga pada saat ekonomi Turki di ambang krisis, maka akan mempengaruhi ekonomi Zona Eropa.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B