SUKU BUNGA AS DIPREDIKSI BAKAL NAIK, RUPIAH DIBUKA ANJLOK

18 Juli 2018, 10.26 WIB


image

Hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali diperdagangkan melemah hingga menyentuh ke posisi Rp14.406/US$ setelah kemarin sempat memberikan sinyal positif. Pelemahan rupiah ini terjadi seiring kenaikan kurs dolar AS lantaran terimbas pernyataan optimistis Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed.

Berdasarkan dari kurs Jisdor BI, nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp14.406/US$, angka ini tercatat memburuk jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp14.391/US$.

Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp14.410/US$ dengan resisten di Rp14.392/US$.

Mengutip data Reuters, secara keseluruhan kurs dolar AS hari ini diperdagangkan lebih tinggi, hingga mencapai posisi tertingginya dalam enam bulan terhadap yen Jepang. Sentimen positif dolar AS datang dari pernyataan Ketua The Fed yang memberikan pandangan optimis terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Selain itu, juga diperkuat oleh pandangan bahwa The Fed berada di jalur untuk terus menaikan kembali suku bunga acuan secara bertahap di tahun ini. Dolar AS bergerak menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,05% ke posisi 112,97 yen.

Sementara terhadap euro, dolar AS juga bergerak menguat 0,05% menjadi 1,1655. Dan untuk Pounds sedikit berubah di posisi 1,3104 terhadap dolar AS, setelah kemarin sempat menurun hingga 1%.