KENAIKAN SUKU BUNGA DORONG PENGUATAN RUPIAH

31 Mei 2018, 11.00 WIB


image

Hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperdagangkan menguat di pasar spot. Rupiah menguat sebesar 103 poin atau 0,74% ke posisi Rp13.890/US$.

Berdasarkan dari kurs Jisdor BI, nilai tukar rupiah bergerak di posisi Rp13.951/US$, angka ini terapresiasi sebesar 81 poin jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp14.032/US$.

Penguatan nilai tukar rupiah ini merespon hasil dari rapat RGD tambahan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan kembali menaikan tingkat suku bunga acuan BI 7 day repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, bank sentral memutuskan untuk kembali menaikan tingkat suku bunga lantaran ini merupakan langkah yang preemprive memperkuat stabilitas. Khususnya stabilitas nilai tukar rupiah terhadap prediksi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi, dan meningkatnya risiko di pasar keuangan global.

Sedangkan faktor eksternal yang mendorong kenaikan rupiah, yaitu pelemahan indeks USD sebesar 0,79% terhadap enam mata uang utama lainnya ke posisi 94,069. Dolar AS bergerak melemah seiring dengan membaiknya euro setelah meredanya krisis politik di Italia.

Sementara, imbal hasil obligasi Italia menurun dari posisi sebelumnya di 2,71% menjadi 1,75%. Hal tersebut mendorong minat investor di pasar utang lantaran masih murah. Sehingga euro kembali di beli. Mengutip dari Reuters, euro diperdagangkan di posisi US$1,1669/US$ atau naik 1,1% karena spread obligasi Italia berkurang.