WALL STREET BERAKHIR TERJATUH TERIMBAS LAPORAN CHINA
11 Januari 2018, 11.54 WIB
Ketiga indeks utama bursa saham Wall Street di AS ditutup lebih rendah setelah laju perdagangan bervaritif di tengah kekhawatiran investor bahwa China akan melakukan perlambatan pembelian obligasi. Dan sentimen negatif selanjutnya yaitu Presiden AS Donald Trump yang akan mengakhiri kesepakatan perdagangan utama.
S&P dan Nasdaq terkejut setelah adanya laporan dari Bloomberg bahwa China dapat memperlambat dan menghentikan pembelian obligasi pemerintah. Indeks juga mengalami penurunan pada perdagangan sore setelah Reuters melaporkan bahwa Kanada semakin yakin jika Trump akan segera memberikan pengumuman mengenai AS yang akan keluar dari perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara.
Sementara pergerakan indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 16,67 poin atau 0,07% ke posisi 25.369,13. Sedangkan indeks S&P 500 turun 3,06 poin atau 0,11% menjadi 2.748,23. Dan untuk indeks komposit Nasdaq berkurang sebesar 10,01 poin atau 0,14% ke 7.153,57.
Laporan tentang China, direspon oleh investor lantaran khawatir jika pasar akan terlambat untuk koreksi.
Investor juga memiliki harapan yang tinggi di awal baru tahun 2018, agar pertumbuhan pendapatan AS semakin kuat. Volume perdagangan bursa saham AS sebesar 6,93 miliar saham, atau berada di atas rata-rata 6,38 miliar untuk sesi perdagangan terakhir.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B