RUPIAH MENGUAT DIDORONG KENAIKAN HARGA MINYAK
18 Oktober 2017, 11.44 WIB
Hari ini, nilai tukar rupiah diperdagangkan menguat sebesar 28 poin terhadap dolar AS ke posisi Rp13.479/US$, dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.507/US$.
Harga komoditas yang mengalami kenaikan, termasuk minyak mentah menjadi salah satu faktor positif bagi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
Selain kenaikan harga minyak, sentimen positif juga datang dari mata uang Asia yang juga ikut mendorong pergerakan rupiah.
Meski demikian, rupiah juga bergerak relatif terbatas menyusul adanya kabar di pasar bahwa calon Gubernur The Fed pengganti Janet Yellen, yaitu John Taylor yang cenderung hawkish atau mendukung kenaikan suku bunga acuan AS.
Spekulasi pasar terhadap Presiden Donald Trump yang akan memilih John Taylor sebagai calon Gubernur The Fed juga ikut membuat permintaan akan aset berdenominasi dolar AS meningkat dan menaikan imbal hasil obligasi AS.
Data manufaktur AS yang solid kemungkinan juga dapat memicu dolar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Sementara data AS menunjukan indeks manufaktur New York mengalami kenaikan di 30,20% pada bulan Oktober, angka tersebut melampaui ekspektasi pasar yang berada di 20,70%. Data industrial production indez AS juga tercatat naik sebesar 0,3% dari bulan ke bulan.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B